Sejak kecil, saat hendak bepergian dan ketika pulang, seperti berangkat dan pulang sekolah, Aga selalu berpamitan pada Eyang dengan bersalaman. Namun, akhir-akhir ini, ia enggan melakukannya. Aga hanya berpamitan secara lisan dan melambaikan tangan. Ia tidak nyaman dengan tangan Eyang yang kulit sudah keriput. Ayah menyadari hal ini. Dalam perjalanan ke sekolah, Ayah mengajak berbincang mengena…
Bunga-bunga jepun berjatuhan hingga hanya satu yang tersisa. Kupu-kupu dan laba-laba khawatir, angin kencang akan menggugurkan jepun kecil itu. Bisakah mereka menjaganya agar tidak jatuh? Keindahan bunga jepun yang kami suka ternyata juga memesona kupu-kupu dan laba-laba. Cerita ini mengajak kami untuk kembali menghargai dan menjaga keindahan-keindahan di sekitar kita. Kadang untuk melakukan…
Hari ini Widi berulang tahun dan Nenek datang untuk membuatkan kue spesial untuknya. Eh, tunggu dulu… kenapa Nenek menyiapkan beras, kelapa, gula merah, dan daun pisang? Bahan-bahan itu untuk apa? Benarkah Nenek bisa membuatkan kue ulang tahun untuk Widi? Kue Ulang Tahun Widi mengajak kami ke perayaan hari lahir yang berbeda. Setiap budaya punya caranya masing-masing. Di setiap rumah dan k…
Rema adlah seekor merak yang ramah. Hari ini adalah hari pertama Rema masuk sekolah. ia sudah membayangkan asyiknya masuk sekolah. Rema ingin sekali memiliki banyak teman. Dalam perjalanan ke sekolah Rema bertemu dengan Buni si kelinci. Rema menyapanya dnegan ramah. ia menghampiri Buni dan mengajaknya berangkat bersama.
Ciko dan iko sedang bermain bersama. mereka sangat senang menemukan gabah yang tercecer di jalan setapak. Mereka makan besama. Kemudian, Ciko mengajak Diko untuk minum di kolam. Ciko tidak sabar menunggu Diko yang berjalan sangat lambat. Ciko meremehkan Diko karena kakinya tidak sekuat kaki Ciko
Lilo merasa malu ketika menunjukkan gambarnya kepada Belo. Lilo merasa gambarny kurang bagus. Eh, ternyata Belo malah memuji hasil gambar Lilo. Tentu saja Lilo senang sekali. Ia menjadi berseangat untuk menggambar lagi.
Buku ini mengisahkan Popi si lumba-lumba ramah dan Gugu si anjing mengejar perahu pemilik Gugu. Namun, di tengah perjalanan ada Bosa si hiu nakal yang ingin melukai Gugu. Popi mencari cara dan meminta bantuan teman-temannya untuk mengha;lau Bosa. Dapatkah Popi dan teman-temannya menyelamatkan Gugu?
Ruli belum bisa membaca. Ia tidak tahu bagaimana membaca tulisan disekitarnya. Suatu hari, Ruli ke taman. Tangannya berlumur cat karena belum bisa membaca. Ruli juga bertemu dengan anjing galak. Wah, bagaimana ceritanya?
Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia akan tiba. Sekolah mengadakan lomba bernyanyi lagu Indonesia Raya. Rano ingin sekali mengikuti dan memenangkan lomba. Ibu berkata, bahwa Rano bisa jika bekerja keras. Bisakah Rano mengikuti lomba dengan optimal?
Apakah Gani berani jujur pada Bunda? Akhirnya, Bunda bertanya kepada Gani. yang disimpan sudah tidak ada. Lalu, Bunda merasa heran melihat kue cokelat Gani menghabiskan semua kue cokelat tersebut. Tapi karena Gani lapar, Ia tahu kue cokelat itu bukan miliknya. Gani melihat ada beberapa kue cokelat di dalam kulkas
Genta senang sekali, ibu memberikannya sekotak pensil. Pesan ibu, gunakan pensil satu per satu dulu. Namun Genta yang merasa punya banyak pensil tidak menghiraukan pesan ibu. Ketika ia menggunakannya, ia meletajkan pensil sembarangan. Hingga saat ia akan sekolah, ternyata pensil barunya habis. Apa ysng sksn Genta lakukan?
I-ni bu-di ti-dak pernah dengar larangan i-bu. Ada apa dengan budi? Padahal suara ibu sudah nyaring.. Apa karena budi tidak suka dengan cara bicara ibu sampai tidak dengar? tampaknya ibu dan budi harus bicara